Jumat, 09 April 2021

Ujian Tengah Semester Sosiologi Bencana

 

Modal Sosial Dalam Manajemen Bencana Non-Alam Pandemi Covid-19

Oleh : Widhah Salma D/18413244016

      Bencana merupakan suatu peristiwa yang menyebabkan kerusakan berupa sarana prasarana maupun struktur sosial yang bersifat mengganggu kelangsungan hidup masyarakat. Bencana dikategorikan menjadi bencana alam, bencana non-alam dan bencana sosial. Bencana alam terjadi karena alam, seperti longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain-lain. Sedangkan bencana non-alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa non alam, seperti wabah penyakit, kegagalan teknologi, dan lainnya. Bencana sosial adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa yang disebabkan oleh manusia, seperti konflik antar kelompok masyarakat. 

    Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu tahun terakhir memberikan banyak dampak pada segala bidang kehidupan masyarakat. Pandemi covid-19 berlangsung hampir menjangkau seluruh wilayah di dunia. Kasus covid-19 di Bantul, dilansir dari corona.bantulkab.go.id sampai dengan Kamis 08 April 2021 mencapai angka 10.538 kasus covid-19. Di wilayah sekitar saya beberapa warga juga sempat terinfeksi virus covid-19 sehingga warga masyarakat sekitar menjadi lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebanyak 25 warga di wilayah tempat tinggal saya telah terinfeksi virus covid-19 namun kini sudah negatif. Adanya bencana non-alam covid-19 ini tentunya membuat masyarakat menjadi menguatkan manajemen kebencanaan yang melibatkan modal sosial pula didalamnya.

Manajemen kebencanaan adalah suatu proses terencana yang dilakukan untuk mengelola bencana dengan baik dan aman. Manajemen bencana terdiri atas pra bencana, saat terjadinya bencana, dan pasca bencana. Dalam hal ini manajemen bencana yang dilakukan sebelum atau pra pandemi covid-19 ini dapat dilakukan dengan kesiagaan dan mitigasi terhadap adanya pandemi covid-19 ini. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu membiasakan masyarakat untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Masyarakat selalu siaga akan adanya virus-virus disekitar dan dapat dicegah dengan selalu mencuci tangan memakai sabun, berolahraga teratur, makan-makanan bergizi serta melakukan hal-hal yang positif. Dengan melakukan PHBS masyarakat akan terhindar dari segala macam virus-virus yang ada. Masyarakat harus selalu waspada bahwa kapan pun virus dapat menyerang mereka. Mitigasi yang dilakukan adalah dengan melakukan PHBS seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Manajemen bencana saat terjadinya bencana dapat dilakukan dengan tanggap darurat adanya bencana non-alam covid-19 ini, yaitu masyarakat di lingkungan sekitar dapat saling bekerja sama guna mencegah penularan covid-19 ini, dengan mengetatkan pembatasan mobilisasi masyarakat agar tidak melakukan mobilisasi ke luar wilayah tempat tinggal mereka serta menggalakkan kampanye untuk selalu menerapkan 5M, mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, memakai masker, membatasi mobilisasi dan menjauhi kerumunan. Selain itu saat terjadinya bencan non-alam covid-19 ini masyarakat di wilayah sekitar saya terdapat satgas covid-19, dengan adanya satgas covid-19 ini anggota satgas covid-19 bekerja sama dan bersatu padu untuk mengatasi bencana non-alam covid-19 ini, jika terdapat anggota masyarakat yang terinfeksi virus covid-19, satgas covid-19 bergerak dengan cepat. Warga yang terinfeksi covid-19 dan melakukan isolasi mandiri tentu tidak dapat berpergian, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, satgas covid-19 beserta warga sekitar membantu dengan memberikan sembako dan mengirimkan makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, setiap warga masyarakat yang baru saja datang dari luar kota atau luar wilayah diwajibkan untuk melakukan tes dan melakukan karantina mandiri guna mencegah penularan covid-19 di wilayah sekitar.


dokumentasi pribadi

Di awal terjadinya pandemi covid-19, warga masyarakat sekitar bersama melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah tempat tinggal sekitar saya guna mencegah virus covid-19. Acara-acara yang melibatkan orang banyak juga ditiadakan dan warga masyarakat patuh pada aturan tersebut, sehingga dapat mencegah penularan covid-19. Sedangkan upaya manajemen bencana setelah terjadinya bencana non-alam covid-19 ini bisa dilakukan dengan rehabilitasi seperti perbaikan atau pemulihan masyarakat agar terjadi normalisasi kembali. Akan tetapi, karena bencana non-alam covid-19 ini belum berakhir dan masih berlangsung, oleh karenanya belum terlihat manajemen pasca terjadinya bencana di wilayah tempat tinggal saya.  

Dari penjelasan diatas mengenai manajemen bencana non-alam covid-19 terlihat bahwa modal sosial dan manajemen bencana berkaitan erat. Solidaritas masyarakat dan adanya kerja sama antar masyarakat serta bersatu padu sangat penting guna menangani bencana non-alam covid-19 ini. Modal sosial sangat penting dalam hal manajemen bencana karena sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana baik itu alam maupun non-alam dan jika modal sosial tidak ada di dalamnya maka manajemen penanganan bencana sulit untuk dilakukan di masyarakat. Manajemen bencana sangat penting, karena dengan manajemen bencana maka bencana dapat dikelola dengan baik, baik pra bencana, saat bencana, maupun pasca bencana. 

Referensi         :

https://corona.bantulkab.go.id/ diakses pada Kamis, 8 April 2021 pukul 19.40 WIB

http://staffnew.uny.ac.id/upload/198503272014042001/pendidikan/MANAJEMEN%20BENCANA%20pdf.pdf

http://eprints.umm.ac.id/35917/3/jiptummpp-gdl-dwianitasa-49038-3-babii.pdf 

PPT Materi Modal Sosial dan Bencana ditulis oleh Aris Martiana, S.Pd., M.Si

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ujian Tengah Semester Sosiologi Bencana

  Modal Sosial Dalam Manajemen Bencana Non-Alam Pandemi Covid-19 Oleh : Widhah Salma D/18413244016        Bencana merupakan suatu perist...